Kamis, 30 March 2017, 23:46:38 WIB

215 Aplikasi Palsu Pokemon Go Bisa Bahayakan Ponsel

19 July 2016 12:03 WIB - Sumber : - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 490 kali

Maraknya permainan Pokemon Go yang hanya bisa diakses oleh perangkat mobile memicu munculnya aplikasi-aplikasi palsu untuk mengecoh para gamer. Ratusan aplikasi palsu Pokemon Go tersebut berpotensi bahayakan keamanan perangkat pengguna. Perusahaan keamanan siber RiskIQ menemukan ada sebanyak 215 aplikasi Pokemon Go tidak resmi alias palsu di toko online Google Play Store. Sementara itu game resmi Pokemon Go belum tersedia di sebagian besar negara karena bakal diluncurkan secara bertahap.

Celakanya, menurut lembaga keamanan peranti lunak ESET, ratusan aplikasi palsu itu ada yang berpotensi mampu mengunci ponsel pintar pengguna sehingga tidak bisa diakses, menghubungkan langsung ke iklan online atau situs berbau pornografi, hingga menyebarkan program jahat ransomware. Dilansir dari CNN Indonesia, menurut ESET, aplikasi palsu yang tersedia di Google PlayStore bisa membekukan layar ponsel ketika si pengguna membuka aplikasi tersebut dengan cara memaksanya untuk melakukan restart perangkat. 

Malah, banyak yang juga dipaksa untuk mengeluarkan baterai ponsel atau menggunakan Android Device Manager untuk melakukan reboot. Setelah reboot dilakukan, aplikasi palsu itu tetap beroperasi dan secara diam-diam mengklik iklan online pornografi. Banyak aplikasi palsu di antaranya membawa embel-embel mampu memberi cara 'curang' dalam bermain Pokemon Go.

Perusahaan antivirus Symantec menyarankan pengguna tidak mengunduh Pokemon Go dari toko aplikasi tidak resmi. Perusahaan juga menyarankan agar pemain tidak bermain dengan alat bantu yang curang karena bisa saja di dalamnya mengandung program jahat atau malware. Jika nanti game ini telah hadir secara resmi sebaiknya pengguna melakukan pembaruan aplikasi. Pengguna juga diminta terus melakukan pembaruan sistem operasi atau firmware di ponsel, pinta Symantec dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com.

Sebelumnya, terungkap oknum jahat yang berupaya menipu dan mendulang uang dari pengguna yang lengah. Mereka menyebar email atas nama Niantic Inc. selaku pengembang Pokemon Go, untuk meminta bayaran bulanan kepada pengguna. Email itu mengatakan ada "kebutuhan untuk server yang lebih kuat" dan jika pengguna mau tetap memainkannya, maka harus bayar biaya bulanan US$12,99 atau sekitar Rp170 ribu. Di sana terdapat ancaman akun pengguna akan dibekukan jika dalam sehari pengguna tidak melakukan pembayaran atau upgrade ke versi berbayar.

Pesan ini dapat dipastikan tidak benar, karena tiga perusahaan di balik pembuatan Pokemon Go, yaitu Pokemon Company, Nintendo, dan Niantic, telah menetapkan model bisnis freemium, yang berarti game bebas untuk diunduh dan pendapatan perusahaan mengandalkan pembelian konten digital dalam aplikasi (in-app purchase).

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co