Sabtu, 18 November 2017, 09:24:05 WIB

Siap-siap, 25-27 April Ada FGD yang Nggak Bakal Bikin Bete

25 April 2017 12:02 WIB - Sumber : Redaksi - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 250 kali

Jakarta - Wisata Budaya menjadi salah satu concern Menpar Arief Yahya untuk mendapatkan wisman dan wisnus lebih fantastik. Setelah Presiden Jokowi menetapkan  ‘10 Bali Baru’, pemenang terbaik Asia Destination Marketing (Organisasi Pariwisata Nasional) 2016 versi Travel Weekly Asia itu memperdalam kajian yang berfokus pada Pedoman Pemantauan dan Evaluasi 10 Destinasi Prioritas. 

Agar di 10 Top Destinasi Prioritas itu keluar, atraksi budayanya. Yang berkelas dunia, dan bisa menjadi magnit yang kuat bagi destinasi yang sedang dalam proses membangun itu. Yang terbaru, digelar FGD Penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program 10 Destinasi Prioritas Bidang Promosi Wisata Budaya. Agendanya siap digelar di Hotel Akmani, 25-27 April 2017. Bukan rahasia lagi, 10 destinasi prioritas semakin memiliki masa depan menjanjikan. 

Karenanya, segala hal yang terkait pendataan, pendalaman, dan perumusan langkah besar apa saja untuk percepatan pembangunan kawasan tersebut harus digarap serius. Begitu juga dengan Pedoman Pemantauan dan Evaluasinya. “Selama ini belum ada Pedoman Pemantauan dan Evaluasi 10 Destinasi Prioritas. Itu sebabnya FGD ini digelar. Bidikan awal, adalah Bidang Promosi Budaya di 10 Destinasi Prioritas,” ungkap Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Nusantara Kemenpar, Hariyanto, Senin (24/4).

Lantas mengapa harus budaya? Apa istimewanya faktor budaya di ‘10 Bali Baru’

? Alasan yang dipaparkan Esthy sangat clear dan jelas. Yang utama, faktor budaya menjadi hal penting dan menentukan sukses tidaknya program percepatan ini. Dan ini bukan hanya sekedar retorika. Ada data yang mendukung ini. Dari data Kemenpar, 60 persen wisman yang datang ke Indonesia karena budaya. Sebanyak 35 persen karena alam atau nature, dan 5 persen man made, seperti MICE -meeting, incentive, conference-exhibition, lalu sport tourism, showbiz, dan buatan manusia yang lain.

“Indonesia dan 10 Destinasi Prioritas itu punya budaya berkelas dunia. Dan ada rumus yang konsisten disampaikan Menpar, bahwa semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Kita sudah pasti memiliki budaya adilihung yang tinggi. Karenanya penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program 10 Destinasi Prioritas Bidang Promosi Budaya itu sangat penting dilakukan. Ini harus terus dikawal agar semakin mensejahterakan,” ucap wanita berkerudung itu.

Misi besarnya ada di pelestarian budaya. Titik beratnya akan mengarah ke sana. Karenanya, pelaksanaan FGD Pemantauan dan Evaluasi juga dikonekkan dengan even budaya. Cantolan yang dipilih, momentum HUT Grup kesenian Miss Tjitjih. Nah, bagi yang belum tahu, Miss Tjitjih ini adalah salah seorang tokoh budaya nge-hits dari tanah Pasundan. Sudah banyak artis beken yang ditetaskan dari sana. Nama-nama seperti Ebet Kadarusman, Pohang lawak dan Sule, bisa ngetop lantaran ditempa gedung kesenian Miss Tjitjih. “FGD-nya akan dibarengi HUT Grup Kesenian Miss Tjitjih. Jadi selain alat ukur pemantauan dan evalusi, kami juga bisa sekaligus ikut mengambil bagian pelaksanaan dalam pementasannya,” tambahnya.

Karena ingin mendapatkan hasil maksimal, seluruh unsur yang terkait dengan budaya di 10 Destinasi Prioritas ikut diundang ke acara ini. Dari mulai Sesdep Pengembangan Pemasaran Nusantara, Asdep Analisis Data Pasar Nusantara, Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Nusantara, Asdep Pengembangan Pasar Personal, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis Pemerintah, Asdep Pengembangan Destinasi Budaya, Dispar Prov DKI Jakarta,  Komunitas Jelajah Budaya,  Komunitas Sahabat Budaya Indonesia, Pecinta Museum, hingga tim kesenian Miss Tjitjih, semua ikut digandeng.

Begitu juga dengan Kabid Profil Pasar, Kabid Target Pasar, Kabid Perancangan dan Kerjasama, Kabid Pemantauan dan Evaluasi, semua juga ikut digiring hadir ke tengah acara. Narasumber yang dihadirkan juga kompeten di bidangnya. Dari birokrasi, ada Hariyanto, Plt Asdep Pengembangan Strategi Nusantara Kemenpar. Bidang 10 Destinasi Prioritas, diwakili Dody Riadi. Sementara dari kalangan praktisi budaya, ada Imas Darsih yang bakal ikut serta menularkan pengalamannya di bidang seni budaya.

Menanggapi FGD itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, upaya melejitkan 10 Destinasi Prioritas melalui budaya memang harus melalui pemantauan dan evaluasi. Dan hal itu, harus ada sinergi dari semua pihak. "Pertimbangan budaya itu hal yang sangat penting, untuk membangun sebuah kawasan pariwisata. Karena itu sejak mendesain awal, kami melihat sisi budaya sebagai sebuah kekuatan," jelas Menpar Arief Yahya. Mantan Dirut PT Telkom ini melihat data wisman yang masuk ke Indonesia. Angkanya masuk akal untuk menjadikan budaya sebagai faktor sukses. “Maju serentak dalam konsep Indonesia Incorporated. Pemantauan dan evaluasi harus dilaksanakan untuk memenangi persaingan,” katanya.(*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co