Kamis, 21 September 2017, 21:07:51 WIB

Lion Air Jelajahi Changsa-Batam per 13 Juli 2017

06 July 2017 10:20:07 WIB - Sumber : Redaksi - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 257 kali

Batam - Maskapai penerbangan swasta nasional, Lion Air tahun ini semakin agresif mengepakkan bisnisnya. Rute Batam - Changsa China, diterabas dengan penerbangan langsung (direct flight) mulai 13 Juli 2017. "Penerbangan perdana Maskapai Lion Air dari Changsa, China ke Batam ini akan membawa 103 wisatawan. Pesawatnya akan mendarat di Batam, 13 Juli 2017, dengan Armada Boeing 737-900," kata Nico Giyansyah, Airport Manager Lion Air Batam, Rabu (5/7)

Pembukaan rute ini merupakan kerjasama Lion Air dengan PT Eco Indo Travel, perusahaan perjalanan wisata di bawah naungan Jetwings Group yang baru saja resmi beroperasi di Batam, Senin (1/5). Staf Operasional Airport dan Seaport PT Eco Indo Travel, Jonathan Edwars mengatakan bahwa perusahaan perjalanan wisata ini merupakan satu-satunya yang memiliki penerbangan langsung Batam-China.

"Eco Indo Travel memang fokus untuk menarik wisatawan berkunjung ke Batam.Yang kita inginkan, turis luar yang datang ke Batam dengan melihat sisi-sisi dari Batam. Mengingat Batam adalah jalur yang sangat strategis," kata Jonathan.

Jonathan menambahkan, kerjasama Lion Airlines dan Eco Indo Travel ini  untuk mengangkut para turis yang datang langsung dari Provinsi Changsha, China. 

"Dengan kapasitas maksimal Boeing 737-900 sebanyak  212 penumpang akan kami maksimalkan dalam seminggu sekali. Dan saat ini Eco Indo Travel baru bekerja sama dengan Provinsi Changsha, China, yang merupakan satu-satunya travel yang memiliki charter flight dari China menuju Batam, tepatnya di Bandara Hang Nadim Internasional Batam," jelasnya.

Lantas mengapa harus repot-repot membuka penerbangan reguler ke Batam? Alasan pertama, turis China China besar sekali. Angka outbondnya menembus lebih dari 100 juta per tahun. "Jadi perlu ada pola perjalanan yang membuat mereka ringkas. Kalau mereka transit-transit kan agak repot, nurunin barang. Jadi mereka dibuat singkat," tuturnya.

Sebelumnya, Lion Air juga sudah membuka rute penerbangan langsung dari Changsa ke Denpasar. Penerbangan tujuan Denpasar-Changsha ini dilayani  tiga kali dalam sepekan, yakni pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. 

Adapun penerbangan tujuan Wuhan-Denpasar dilayani tiap hari Minggu. Selain kota Changsa, dan Wuhan juga telah  dibuka pintu penerbangan langsung oleh Lion adalah Macau, Shenzen, Chongqing, Wuhan, Shanghai. Keenam kota itu potensi pasarnya besar, jumlah penduduknya besar dan daya belinya besar.

Bagi Menpar Arief Yahya, Changsha dan umumnya di Provinsi Hunan juga  pilihan yang tepat untuk berpromosi wisata. Alasan utamanya, Hunan merupakan salah satu provinsi penting di China. Di provinsi inilah tanah kelahiran pemimpin besar China, Mao Zedong. 

Di Changsha juga masih berdiri tegak Akademi Yuelu, yang menjadi bagian Universitas Hunan. Akademi Yuelu dibangun pada zaman Dinasti Song, lebih dari seribu tahun yang lalu. 

Perguruan tinggi tersebut menjadi salah satu penanda betapa ilmu pengetahuan sudah merupakan hal yang penting bagi mereka. Dan itu, sudah dilakoni sejak 1.000 tahun lalu. 

"Kota Changsa saat inj dianggap sebagai pusat entertainment Tiongkok dan merupakan markas besar Hunan TV,Hunan TV adalah stasiun TV terbesar kedua setelah CCTV yang mengkhususkan dalam acara program entertainment dan banyak artis top mandarin berlomba lomba untuk pentas di sana," kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. 

Ada angin segar yang berhembus ke arah pariwisata Indonesia. Maklum, selama ini penerbangan langsung dari China hanya 37%. "Kita harus sadar kalau direct flight dari China ke Indonesia 37% dan China ke Singapura itu 97%. Itu harus kita manfaatkan. Terutama untuk destinasi yang dekat Singapura seperti Kepri Batam, dan Bintan," ujar Arief Yahya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co