Senin, 18 December 2017, 10:15:16 WIB

Pentingnya Modal bagi UMKM

13 October 2017 13:25:52 WIB - Sumber : Irwan Prayitno - Gubernur Sumbar - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 102 kali

Pada 2 Oktober 2017 lalu, saya bersama para Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan,  Kelautan dan Perikanan, Industri dan Perdagangan, Koperasi dan UMKM provinsi, Dirut Grafika, Dirut PT Jamkrida Sumbar, bertemu dengan Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) yang baru, Bpk Braman Setyo, serta para Direksi LPDB yang lain. Beliau baru saja dilantik, dan kami sangat beruntung, sebagai tim provinsi pertama yang bertemu beliau untuk membicarakan tindak lanjut pinjaman bagi  pelaku UMKM binaan dinas-dinas terkait di Sumbar. 

Seperti diketahui, sekitar 84 persen usaha yang ada di Sumbar adalah pelaku usaha mikro, dan sekitar 14 persen adalah usaha kecil. Dan hanya 0,8 persen pelaku usaha menengah. Maka dengan komposisi seperti ini pelaku usaha mikro dan kecil adalah mayoritas. Mereka selama ini terkendala di faktor permodalan, yang merupakan faktor utama dan sering menjadi keluhan.
Karena jika melihat pengalaman, kebanyakan mereka sudah menjalankan usahanya bertahun-tahun. Mereka bisa tetap bertahan dan juga mampu menghidupi keluarganya. Ini membuktikan usaha mereka berkelanjutan dan memiliki skill, serta bisa meraih keuntungan. Ini juga membuktikan bahwa usaha mereka layak dibantu. Karena jika usahanya tidak layak, mereka sudah berhenti berusaha.

Hal yang memang menjadi kendala utama bagi UMKM ini, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan, adalah mereka masih menyewa tempat usaha, bahkan termasuk berjualan ala kaki lima. Kendala ini karena dengan modal usaha yang mereka miliki hanya mampu untuk kehidupan sehari-hari, dan belum sampai pada tahap memiliki tempat usaha. Jika mereka memiliki modal yang lebih besar maka kapasitas usahanya akan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Dan kemudian bisa mencicil dana untuk memiliki tempat usaha sendiri. Selain itu, mereka juga bisa mendanai untuk pemasarannya dan memperbaiki kualitas pemaketan (packaging).  

Selama ini pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan, modalnya tidak besar sehingga untung yang didapat tidak besar. Dan karena modal sedikit, pedagang hanya bisa membeli barang di tingkat agen dengan margin yang tidak besar. Jika modal bisa diperbesar, pedagang bisa beli ke tingkat yang lebih tinggi dengan margin yang lebih besar atau agen dengan jumlah besar, sehingga margin keuntungannya lebih besar namun biaya yang dikeluarkan tidak bertambah sehingga bisa meningkatkan keuntungan. Di sini diperlukan penambahan modal dan juga jaminan. Untuk memfasilitasi jaminan di Sumbar sudah ada PT Jamkrida Sumbar.

Namun kami di Sumbar melihat pentingnya peran LPDB dalam membantu UMKM di Sumbar, terutama para binaan dinas terkait. Apalagi dengan bunga 4,5 persen setahun untuk sektor riil/ perdagangan untuk jangka waktu 5-10 tahun yang disediakan LPDB, diharapkan bisa membantu UMKM untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Dan menurut Direktur LPDB, bunga pinjaman ini adalah yang terkecil saat ini. Sedangkan untuk koperasi dengan skim simpan pinjam bunganya sudah diturunkan dari 8 persen menjadi  7 persen. 

Demikian pula dengan sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan yang bergerak di bidang produksi. Mereka memerlukan modal untuk memperbesar kapasitas produksinya. Mereka memerlukan berbagai alat untuk membantu proses produksi. Misalnya, untuk bawang diperlukan alat pengering. Untuk cokelat, perlu alat fermentasi bagi industri rumahan (home industry).

Saya melihat, selain UMKM, sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan juga perlu bantuan permodalan. Karena kebanyakan mereka tidak layak di mata bank. Di sini perlu bantuan dari para pemangku kepentingan seperti kepala daerah dan instansi terkait, baik tingkat provinsi dan juga kabupaten/kota. Terutama untuk membantu mereka yang sudah menjadi binaan. Karena para anggota binaan ini sudah diketahui rekam jejaknya dan tinggal menunggu uluran tangan dari pemerintah dan bank.  
Dengan adanya LPDB di pusat dan Jamkrida Sumbar di daerah, maka insya Allah para anggota binaan dinas ini bisa mendapatkan bantuan yang layak sehingga usaha dan produksi mereka bisa berkembang dan meningkat. 

Dan jika nanti sudah mendapat bantuan permodalan, maka para anggota binaan ini sudah seharusnya memperluas wilayah pemasaran dengan ‘packaging’ yang menarik. Seperti produk rendang dan kuliner lainnya, sudah saatnya tampil menjangkau wilayah nasional agar skala ekonominya membesar, sehingga semakin memperbesar penghasilan. Pemprov dalam hal ini akan membantu pemasaran, pemaketan (packaging) dan proses lainnya yang masih bisa ditangani, agar modal yang sudah diberikan bisa diikuti dengan penjualan yang lebih besar lagi.

Semoga ikhtiar yang kami usahakan ini bisa berbuah pada waktunya, sehingga turut membantu berkembangnya UMKM di Sumbar. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co