Senin, 18 December 2017, 10:14:33 WIB

Formasi 161, Pelamar Cumlaude 906 Orang

13 October 2017 13:30:43 WIB - Sumber : JPNN - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 98 kali

Sebanyak 22.006 pelamar CPNS Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dinyatakan lolos seleksi administrasi tahun 2017. Yang menarik, dari jumlah tersebut terdapat 906 sarjana S-1 maupun S-2 lulusan terbaik (cumlaude). Jumlah sarjana cumlaude tersebut jauh di atas formasi yang dibuka untuk lulusan terbaik sebanyak 161 orang.

“Kami bersyukur karena banyak lulusan cumlaude yang melamar dan lolos seleksi administrasi,” kata Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian ATR/BPN Gunawan Muhammad, Kamis (12/10).

Menurut Gunawan, pihaknya telah mengumumkan nama-nama pelamar CPNS yang lolos seleksi administrasi. Dari formasi sebanyak 1.610, pelamar yang lolos seleksi administrasi mencapai 22.006 orang. Artinya, setiap kursi CPNS di Kemenetrian ATR/BPN diperebutkan lebih dari 13 orang.

Rasio ini tidak merata di seluruh empat jabatan yang dibuka. Jabatan Analis Permohonan Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah, persaingannya paling ketat. 

Sebanyak 17.198 pelamar dari kualifikasi S-1 maupun S-2 Hukum harus bersaing untuk memperebutkan 533 formasi yang dibuka, atau satu kursi diperebutkan oleh 31 orang.

Untuk jabatan Analis Penetapan Hak atas Tanah yang dibuka untuk S-2 Hukum/Kenotariatan, sebanyak 522 pelamar dinyatakan lolos seleksi administarsi untuk memperebutkan 37 kursi, atau 14 pelamar memeprebutkan satu kursi. 

Sementara pada jabatan Surveyor Pemetaan, rasionya 1 banding 31. Posisi ini diperuntukkan bagi sarjan S-1 Geodesi/Geografi (Non Pendidikan Planologi). Dari formasi yang dibuka sebanyak 220, pelamar yang lulus seleksi administrasi mencapai 2.593 orang.

Jabatan yang persaingannya cukup longgar adalah Petugas Ukur yang formasinya sebanyak 790 orang. Posisi ini mensyaratkan pelamar dengan kualifikasi lulusan D-1 Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, dan jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi hanya 1.693.

Dengan demikian, dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dua orang memeperebutkan satu kursi. Padahal, pasca SKD, masih akan dilakukan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yang memungkinkan bagi tiga orang terbaik yang lolos terbaik untuk mengikutinya.
“Memang tidak banyak perguruan tinggi yang memiliki jurusan atau program studi (Prodi) Pengukuran dan Pemetaan Kadastral. Dulu ada di UGM dan ITB. Tapi apakah sekarang masih ada atau tidak, saya tidak tahu,” ujarnya menjelaskan.

Gunawan menambahkan, pelaksanaan SKD dimulai hari ini (12/10). Untuk lokasi ujian yang belum tercantum tempat pelaksanaan seleksi, diminta kepada pelamar untuk selalu memantau pengumuman yang berkaitan dengan Seleksi Penerimaan CPNS Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional pada website https://www.atrbpn.go.id. 

Bukan Soal Efisiensi

Di sisi lain, perubahan kriteria kelulusan CPNS terus dipersoalkan Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Alasan efisiensi anggaran untuk pemenuhan kuota yang tersedia dianggap ORI tidak masuk akal. Mereka masih bersikukuh agar KemenPAN RB sebagai regulator dan Badan Kepegawaian Negara sebagai pelaksana kembali ke aturan semula.

Anggota ORI Laode Ida menuturkan saat ini mereka masih terus mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran dan dugaan maladministrasi. Semua persoalan dalam rekrutmen CPNS hingga tes akan dikumpulakan terlebih dahulu. Baru setelah itu bakal memanggil kementerian dan lembaga terkait untuk diajak koordinasi.

“Kami agendakan pekan depan untuk bertemu. Biar persoalan ini bisa selesai lebih cepat dan tidak mempengaruhi seleksi,” ujar dia kemarin (12/10).

Laode menuturkan, persoalan pemenuhan kuota dengan yang masih belum terisi itu jadi masalah yang tidak enteng. Sebab, panitia seleksi seperti tidak konsekuen dengan kriteria awal yang mereka tentukan sendiri. Dia berharap  tes tahap kedua juga tidak mengikuti langkah panitia tahap pertama. “Ini masuk pelajaran untuk untuk tidak lakukan yang sama. Sementara yang ini harus dibatalkan karena sudah downgrade,” ujar dia.

Mantan wakil ketua DPD itu menuturkan biarkan saja kuota yang tidak terpenuhi karena CPNS tidak memenuhi passing grade itu kosong. Alasan kekhawatiran sebagian daerah kekosongan itu bakal diisi oleh pelamar dari daerah lain juga dianggap kurang tepat. “Bukankah aparat atau PNS itu sebagai perakat nasional. Jadi bisa dari berbagai daerah,” ungkap dia.

Begitu pula dengan masalah efisiensi. Dia menuturkan untuk menjamin tata laksana pemerintahan dan akuntabel dan transparan perlu lebih diutamakan dalam rekrutmen CPNS. “Justru menabung. Karena yang diterima sedikit kan. Tahun depan bisa rekrutmen lagi,” imbuh dia.

Sementara itu, Sekretaris Deputi SDM Aparatur KemenPAN RB Aba Subagjo menuturkan yang harus dipahami barangkali kebutuhan PNS yang mendesak dalam rangka pelayanan publik. Bila tes CPNS dilakukan pada tahun depan, dikhawatirkan muncul masalah serupa. “Tahun depan bisa bertemu masalah yang sama dan biaya tetap harus dikeluarkan,” kata dia kemarin.

Dia menyebut yang terpenting proses dalam CPNS itu tetap berjalan dengan adil, obyektif, dan transparan. Selain itu, panitia juga menjamin tidak ada peserta yang dirugikan. “Tidak merugikan pelamar dengan tetap menjaga kualitas lulusan,” imbuh dia. 

KemenPAN- RB juga bakal bertemu dengan ORI untuk secara detail membahas persoalan baru tersebut. Dia juga akan menjelaskan bahwa passing grade yang telah dicantumkan dalam PermenPAN RB 22/2017 itu telah diuji sebelumnya di berbagai daerah. Tapi, ternyata setiap daerah punya kapasitasnya yang berbeda-beda. “Dari hasil simulasi dan perhitungan standar deviasi seleksi CPNS 2014 di seluruh Indonesia,” jelas dia. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 22/2017 tentang Nilai Ambang Batas Tes Kompetensi Dasar Seleksi CPNS tahun 2017. Tertara ambang batas itu 143 untuk tes karakteristik pribadi; 80 untuk tes intelegensia umum; dan 75 untuk tes wawasan kebangsaan. Tapi, tidak semua daerah mendapatkan kuota yang memadai berdasarkan tes tersebut. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co